30 Jul 2025

Cerita Horor Alas Roban

kisahmisteri  - Keangkeran Alas Roban sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat. Alas Roban merupakan kawasan hutan jati yang berada di Jawa Tengah (Jateng).

Banyak kisah horor Alas Roban yang beredar di masyarakat, mulai dari tempat membuang mayat hingga tempat buang jin. Konon jalur yang melewati kawasan hutan ini, menjadi jalur paling angker di Jawa Tengah.JaguarQQ

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di kawasan Alas Roban, membuat cerita keangkeran Alas Roban semakin tersohor. Dikutip dari berbagai sumber, sopir bus dan warga sekitar kerap melihat makhluk astral di jalur lalu lintas kawasan hutan ini.

Hantu yang menampakkan diri pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari pengendara motor tanpa kepala hingga kuntilanak pencari tumbal. Cerita pengendara motor tanpa kepala ramai menjadi perbincangan di awal tahun 2000-an.

Hantu tanpa kepala ini adalah korban kecelakaan di jalur Alas Roban. Konon, ia biasanya akan mengganggu pengendara motor yang melewati Alas Roban pada malam hari.


Muncul Tiba-Tiba

Terlebih, jika ada pengendara yang melihat ke belakang dari kaca spion. Hantu ini bisa muncul seketika dan membuat para pengendara hilang konsentrasi dalam berkendara.

Hantu tanpa kepala ini melintasi Alas Roban saat tengah malam menuju dini hari. Beredar juga cerita bus hantu yang beroperasi di kawasan Alas Roban ini.

Cerita keberadaan bus hantu jurusan Bekasi-Bandung ini tejadi di tahun 1996. Malam itu seorang pengendara motor melewati kawasan Alas Roban saat perjalanan dari Tegal ke Surabaya.

Pengendara itu harus melewati Alas Roban yang pada saat itu belum ada penerangan sama sekali. Suasana semakin mencekam ketika sudah masuk pukul 12 malam.

Udara dingin jalur tersebut yang berada di tengah hutan membuat bulu kuduk merinding seketika. Terlebih ketika jalur tersebut diguyur hujan.

                         Baca juga  : Rumah Kapal, Didiami Jin Menyerupai Kelelawar

 Kejanggalan mulai terjadi saat kendaraan besar seperti bus mengikuti pengendara motor dari belakang. Bus tersebut bukannya mempercepat lajunya untuk menyalip, malah stabil dengan kecepatan di belakang motor pria itu.

Merasa aneh, akhirnya pengendara motor memberanikan diri untuk menengok ke belakang. Padahal, banyak orang melarang menengok ke belakang saat berada di Alas Roban, sebab hal buruk akan terjadi.

Benar saja, saat pengendara motor tersebut menengok ke belakang, yang dia lihat adalah bus usang terlihat seperti bus tahun 70-an. Tidak hanya itu, kondisi bus pun terlihat sangat seram dengan penerangan yang tentunya samar-samar.

Melihat hal tersebut, ia pun mempercepat laju motornya. Namun, bus tersebut tampak ikut "ngegas" mempercepat lajunya.Domino99

Bus tersebut selalu tepat berada di belakangnya. Sampai suatu saat, bus tersebut tancap gas dan menabrak pengendara motor.

Bukannya kecelakaan yang terjadi, melainkan bus itu menembus tubuh pria tersebut dan setelah itu menghilang entah ke mana.

Judi Terbaik Seasia

Rumah Kapal, Didiami Jin Menyerupai Kelelawar

kisahmisteri  - Cerita selanjutnya adalah Rumah Kapal yang memiliki kisah menyeramkan di dalamnya. Rumah ini terletak di Teluk Betung Utara, Bandar Lampung dan memiliki bentuk yang tidak terlalu besar atau luas.JaguarQQ

Namun ketika melihatnya, kamu akan merasakan aura mistis yang muncul dari rumah tersebut. Katanya, warga sekitar percaya bahwa ada banyak jin dan hantu yang tinggal di dalam rumah kapal.

                                Baca juga  : Cerita Horor: Gadis Cantik nan Misterius

\Salah satu jin yang sering terlihat oleh warga sekitar adalah sosok tinggi besar yang memiliki badan menyerupai kelelawar. Lalu ada lagi sosok jin yang menyerupai siluman naga dan dipercaya menempati rumah kapal. Keseraman rumah ini semakin kuat karena adanya banyak kecelakaan yang terjadi tepat di depan rumah tersebut.Domino99

Judi Terbaik Seasia

28 Jul 2025

Cerita Horor: Gadis Cantik nan Misterius

kisahmisteri  - Suatu hari di awal hari, suasana sepi tak terdengar suara kendaraan sama sekali. Ini karena rumahku berada di pinggir jalan yang ramai. Tapi hari ini terasa lengang. Aku terbangun dari tidur. Sekelilingku remang-remang. Terlihat lampu luar rumah memasuki kamarku. Ku lihat sekeliling ada ibuku di sampingku. Lalu, aku melihatnya. Sosok yang terlihat sedih di waktu itu. Kenapa dia duduk di sana? Siapa dia? Apa aku masih bermimpi? Ku kucek mataku untuk memastikan siapa di sana. JaguarQQ

Dia ada di sana menunduk dan terduduk di meja yang berada di sudut kamar. Rambut lurusnya menutupi kiri kanan pipinya. Aku tak mengenalnya. Pakaian dress hitam menutupi tubuhnya. Siapa dia? Gadis kecil yang menurutku cantik. Meski tak terlihat dalam remang waktu itu. Aku hanya merasakan dingin di sekujur tubuhku yang saat itu baru sembuh dari demamku. Apa aku berhalusinasi?

Ku bangunkan ibu, tapi beliau tak menggubrisku. "Bu, siapa di sana yang duduk di meja?" kataku. Tidak ada jawaban. Akhirnya aku tersadar jika di rumah ini hanya ada aku dan ibuku. Rasa takut mulai menjalar seluruh tubuhku. Badanku tidak bisa bergerak sama sekali. Kututup mataku dengan selimut. Berharap gadis itu hilang dan berharap ini hanya mimpi. Ku intip di balik selimut dengan ketakutan. Dia masih di sana. Tertunduk dengan rambut terurai. Rambut hitam dan dress hitam. Tidak hilang. Masih di sana.

Baca juga  : Teror Keranda Belakang Kosan dan Kuntilanak di Atas Lemari

Aku bersembunyi dan berdoa apa pun yang aku bisa. Berharap dia tak terlihat kembali olehku. Doa yang kupanjatkan tak ada yang beraturan. Tuhan, kumohon hilangkan dia pintaku dalam hati. Entah berapa lama itu terjadi aku hanya memohon gadis itu tak di sana lagi. Aku takut. Lamat-lamat terdengar suara azan. Syukur dalam hatiku subuh telah datang. Perlahan ku intip kembali semoga dia tak ada. Dan dia hilang seperti tak pernah ada duduk di sana.Domino99

Sampai aku dewasa, gadis itu masih teringat jelas dalam ingatanku. Aku ingin menghapus kesedihannya tapi aku tahu dia bukan dari dunia ini. Dan terkadang dia menjaga aku dari kejauhan.  

Judi Terbaik Seasia


Teror Keranda Belakang Kosan dan Kuntilanak di Atas Lemari

kisahmisteri  - Awalnya tidak ada yang aneh dengan kosan yang saya huni. Sampai kemudian rentetan kejadian aneh bermunculan, sehingga akhirnya saya memutuskan untuk pindah.

Kosan khusus mahasiswa yang saya tempati tidak terlalu jauh dari jalan Juanda, Ciputat Timur, sebuah jalan yang macetnya bikin pusing tujuh keliling. Letaknya masuk gang, samping kompleks perumahan.

Kosan tersebut mirip rumah, terdiri dari 3 lantai, lantai 1 dan lantai 2 berisi kamar-kamar ukuran 3x2 meter, lantai 3 merupakan loteng digunakan untuk menjemur pakaian. Kamar mandinya untuk lantai 1 ada 4, tetapi hanya 3 yang berfungsi. Lantai 2 juga ada 4, tetapi berfungsi semua.JaguarQQ

Awal Mula Masuk Kosan


Rencananya saya akan tinggal di sekretariat organisasi mahasiswa primordial, itu sebabnya sebagai mahasiswa baru saya tidak terlalu pusing mau tinggal di mana. Selain itu, kosan juga sudah pada penuh semuanya. 

Sampai kemudian Sersan, kawan saya semasa Aliyah yang juga melanjutkan di kampus yang sama, mengajak untuk ngekos bareng. Ia mengatakan sudah menemukan kosan yang masih kosong.

Ternyata bukan hanya saya saja yang diajak, tetapi ada 3 orang lagi diajak yaitu Muad, Doel, dan Nam. Mereka bertiga juga kawan saya semasa Aliyah. Ketika dichat oleh Sersan, baik saya Muad, Doel, dan Nam itu mengira sebuah kontrakan, tetapi ketika sampai di lokasi ternyata kosan. Setelah berdiskusi, akhirnya diputuskan kami sepakat untuk tinggal di kosan tersebut.

Saat itu hanya tersisa dua kamar kosong terletak di ujung, saling berhadapan, satu samping gudang, satu samping kamar mandi. Untuk harga sewanya sendiri itu satu kamar 500 ribu per bulannya. Untuk memudahkan, kami sepakat kamar samping gudang digunakan untuk menyimpan lemari, sementara kamar samping kamar mandi digunakan untuk tidur. Kamar samping gudang belakangnya adalah gang buntu, lalu kamar samping kamar mandi belakangnya adalah rumah-rumah.

Masing-masing kamar di kosan tersebut hanya terdapat 1 jendela, tetapi menghadap ke dalam. Sehingga tidak ada cahaya masuk, otomatis lampu harus menyala siang dan malam. Hanya kamar yang dekat pintu gerbang saja yang mendapatkan sinar matahari. Pemilik kosnya seorang bapak-bapak, ia tinggal di kecamatan sebelah. Nah, ia jarang sekali datang ke kosan, ia hanya datang ketika menagih uang sewa saja. Alhasil kondisi kosan pun tidak terawat dengan baik.

Hubungan dengan tetangga kamar juga tidak berjalan dengan baik, semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, bahkan untuk sekadar bertegur sapa saja pun tidak. Ketika saya memutuskan untuk pindah pun, tetangga kamar pun tidak ada yang menanyakan, padahal mereka melihat saya memindahkan barang-barang.

Sersan yang awal mula mengajak untuk ngekos di tempat tersebut, hanya bertahan selama 1 bulan, ia memutuskan untuk laju (bolak-balik) Jakarta Pusat-Ciputat. Sementara Doel dan Nam bertahan sampai semester 1 selesai, mereka memutuskan untuk pindah. Sehingga hanya tersisa saya dan Muad, kami menempati kamar samping gudang. Baru beberapa Minggu semester 2 berjalan, datanglah pandemi Covid-19, perkuliahan pun dilakukan secara online, dan kami pun kembali ke daerah asal.


Kembali ke Kosan

Setelah 2 tahun lamanya perkuliahan dilakukan secara online, di semester 6 pertengahan kuliah mulai bertahap normal. Saya pun kembali ke Ciputat, berhubung bingung mau tinggal di mana, saya memutuskan untuk kembali ke kosan lama, di kamar samping gudang, sendirian. Tetapi untungnya Lucky senior saya, sekaligus murid saya dalam menulis sering menginap di kosan saya.

Kesan setelah sekian lama tidak ditempati, dari segi bangunan fisik memang tidak ada yang berubah, tetapi suasananya benar-benar tidak nyaman, kamar terasa pengap, kepala pusing, sering tercium bau anyir, begitu juga dengan kamar mandi. Saat itu saya berpikiran, mungkin karena sudah lama tidak ditempati, sudah barang tentu demit berpesta pora.

2 Minggu saya berada di kosan tersebut, saya sakit, perut samping kanan melilit, semalaman saya tidak bisa tidur, makanan pun tidak bisa masuk. Keesokan harinya saya minta diantarkan oleh Lucky ke klinik, setelah diperiksa ternyata normal, tidak ada apa-apa. Beberapa hari kemudian kambuh lagi, diantarkan lagi oleh Luck ke klinik, lagi-lagi normal. Sampai kemudian saya teringat, saya dibawakan air doa dari rumah, di minumlah air tersebut, dan Alhamdulillah sembuh.

1 bulan kemudian ketika Lucky menginap di kosan saya, ia mengalami sakit seperti yang tempo hari saya alami. Dari mulai malam hingga sore hari, ia hanya bisa berbaring di kosan, diajak periksa ke dokter tidak mau. Setelah Maghrib ia memutuskan untuk pulang kembali ke kontrakan, sebab hari itu ia shift malam. Saya pun menyarankan Lucky untuk izin tidak masuk, tetapi ia tetap memaksakan diri. Di tempat kerja ia pingsan, keesokan harinya ia memutuskan untuk pulang kampung.


Kuntilanak di Atas Lemari dan Kelabang

Suasana pengap dan bau anyir semakin menjadi-jadi, saya pun berusaha untuk mengabaikannya, mungkin itu perasaan dan penciuman saya saja. Sampai kemudian ketika saya hendak tidur, di atas lemari duduk sosok wanita, rambutnya terurai panjang, berbaju putih. Saya pun mengabaikannya dan memutuskan untuk tidur saja. Saya sendiri sering menemukan beberapa helai rambut panjang, setelah saya telisik itu bukan rambut saya. saat itu rambut saya memang gondrong.

Kemudian dua kali saya menemukan kelabang di kamar kosan tersebut, selain di kamar kosan juga empat kali di kamar mandi. Ukuran kelabang tersebut kecil, sebab takut masuk kuping, maka saya injak menggunakan sandal. Untuk yang satu ini saya berpikir positif, mungkin karena faktor kelembaban ruangan, membuat hewan semacam itu betah.


Keranda Belakang Kosan

Belakang kamar kosan tersebut kan gang, tetapi buntu. Setelah kejadian kunti di atas lemari, setiap jam 2 dini hari dari gang tersebut terdapat suara gemerisik besi. Awalnya saya mengabaikannya, tetapi malah setiap hari makin kenceng. Pagi harinya saya tengok gang buntu tersebut, ternyata persis menempel dinding kamar kosan saya terdapat keranda besi. Keranda tersebut ternyata milik masjid yang tidak jauh dari kosan.

Keesokan harinya dari speaker masjid, terdengar pengumuman ada warga yang meninggal, keranda pun dikeluarkan dari gang. Ketika keranda tersebut dikembalikan ke tempat semula, suara berisik kembali terdengar lagi.

Ingatan saya melayang pada keranda di desa saya, dulu keranda di desa saya ketika ada yang meninggal akan memberikan pertanda berupa suara berisik pada hari dan jam tertentu. Suara berisik keranda tersebut berhenti, tatkala diganti dengan yang baru.


Terbanting

Kosan tersebut pada akhirnya jarang saya tempati, saya pun jadi sering pulang ke kontrakan paman di Tanjung Priok atau bapak di Kemayoran. Sampai kemudian pada suatu sore sehabis dari kampus, saya masuk kamar, tiba-tiba saya terbanting, tangan saya dipelintir ke belakang.

Kemudian saya mengatakan, sambil menahan rasa sakit "Alam kita itu berbeda, kok malah mengganggu."

Air doa dari rumah yang saya bawa, lalu saya usapkan pada tangan, rasa sakit pun mereda. Setelah saya teliti, ternyata terlihat bekas cengkraman. Saya pun berusaha untuk tetap tenang.


Mimpi Bertemu Kakek Buyut

Kakek buyut dari pihak ibu meninggal di Makkah, sebelum saya lahir. Saya sendiri tidak tahu kakek buyut seperti apa, fotonya pun saya tidak pernah melihatnya, sebab hilang. Malam esok harinya, malam Jumat, setelah kejadian saya terbanting, saya bermimpi. Dalam bermimpi tersebut saya diajak ke masjid oleh seorang pria, dari bentuk wajahnya mirip Mbah Khaer, adiknya Babah (panggilan saya ke kakek), sementara mata, hidung, mulut, mirip Babah. Ketika berjalan, sarungnya dicincing (diangkat menggunakan tangan) pada salah satu ujung.

Dalam perjalanan menuju masjid tersebut saya diberikan wejangan, lebih baik pindah, ia mengatakan tetapi dalam Bahasa Jawa "Mungkin untuk saat ini kalau pindah kosan sulit yah. Lebih baik ke Tanjung Priok dulu untuk sementara waktu, supaya lebih aman, pindah kosnya nanti. Pokoknya sebelum hari Rabu harus sudah di Tanjung Priok"

Ketika saya hendak mengangkat kaki ke lantai masjid, saya dicegah oleh kakek buyut "Sudah sampai sini saja." Saya pun terbangun dari tidur. Saya pun menceritakan mimpi tersebut kepada ibu. Ia mengatakan kalau ciri-cirinya demikian, berarti itu kakek buyut. Akhirnya saya pun memutuskan untuk sementara waktu mengungsi ke Tanjung Priok.


Pertemuan dengan Teman yang Memiliki Kepekaan

2 bulan saya tinggal di Tanjung Priok, lalu kembali ke kosan tersebut. Meskipun suasana mencekam masih terasa, tetapi tidak separah sebelumnya. Cuma kali ini saya tidak bisa tidur malam.

Salah seorang teman, yang memang lama tidak bertemu karena Covid-19, main ke kosan saya, namanya Huda. Teman saya ini memang memiliki kepekaan terhadap hal-hal mistis. Ketika berkunjung ke kosan saya ia lemas sekali, seharian ia tidur. Padahal ia orangnya sangat rajin. Ia pun mengatakan bahwa ada yang aneh dengan kosan saya, ia pun menyarankan agar mencari kosan lain. Sama seperti saya, ia juga mencium bau anyir dan merasa pusing.

Cukup sering ia main ke kosan saya, bahkan sering menginap, tetapi setiap kali ke kosan saya ia malah tepar. Ia pun menceritakan bahwa setiap kali tidur di kosan saya, selalu mengalami mimpi basah.

Kemudian Huda pun membantu saya untuk mencari kosan baru, ia juga yang membantu memindahkan barang-barang. Ketika saya memindahkan barang-barang, tampak perempuan berambut panjang, berbaju putih melambaikan tangan kepada saya.


Siapa Perempuan Itu?

Ada tiga asumsi perihal siapa perempuan berambut panjang, berbaju putih, bisa dikatakan Kuntilanak itu. Asumsi pertama, Kuntilanak tersebut benar-benar entitas makhluk halus dari sebuah tempat. Berhubung menemukan tempat kosong yaitu kosan saya, akhirnya ia memutuskan pindah ke kosan tersebut.

Baca juga : Jin Penunggu Sumur di Sebuah Pondok Pesantren

Asumsi kedua, Kuntilanak tersebut merupakan kiriman seseorang. Sebab, beberapa tahun yang lalu, keluarga saya juga sempat diteror oleh sosok Kuntilanak. Setelah diselidiki, ternyata hantu tersebut merupakan kiriman dari seseorang yang tidak suka dengan keluarga saya.

Asumsi ketiga, Kuntilanak tersebut merupakan sosok qorin, di mana semasa hidupnya pernah singgah di kosan yang saya tempati tersebut. Suatu hari ibu dari pemilik kosan yang sudah tua datang ke kosan, ia bersih-bersih, saya pun akhirnya membantu. Ia mengeluhkan perihal anaknya yang tidak mampu merawat dengan baik kosan yang diwariskan oleh nya.

Ibu pemilik kosan tersebut bercerita, bahwa dulu ia bekerja di Kementerian Ketenagakerjaan. Tempat tersebut kemudian dibeli oleh dirinya. Awalnya sih tidak dijadikan kosan mahasiswa, melainkan digunakan untuk tempat tinggal sementara, mereka yang pulang dan akan berangkat bekerja di luar negeri. Dari situ saya mendapatkan penjelasan tidak langsung, siapa sosok tersebut.Domino99

Kuntilanak tersebut juga hendak bercerita kepada saya siapa dia sebenarnya. Namun, sebelum ia akan menceritakannya saya sudah pindah kosan. Lagian juga saya malas juga sih, sebab pasti mintanya macam-macam, minta diantarkan pulang lah, kan seram yah.

Judi Terbaik Seasia

26 Jul 2025

Perjalanan Mencekam di Jalur Angker Solok-Padang

kisahmisteri - Ini adalah cerita horor pengalaman mencekam melewati jalur angker. Cerita horor yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku tak pernah membayangkan seandainya perjalananku ketika itu menjadi perjalanan panjang yang tak berujung di jalur angker.

Tepatnya pada tanggal 1 Mei 2017 silam. Sekiranya pukul 22.00  ketika kulihat jam di layar gawaiku. Mobil yang ayah kendarai bersamaku tengah melaju dalam perjalanan di jalur Solok menuju Padang.

Malam itu, udara di luar sangat dingin. Jalanan sangat sepi. Gelap, tidak ada lampu penerangan sepanjang jalan. Hanya cahaya lampu mobil yang kita tumpangi yang memecah kegelapan.JaguarQQ

Aku yang tadinya ingin beristirahat sejenak, menjadi takut untuk membiarkan ayah menyetir sendiri. Ditambah, di luar, hujan mulai turun. Ayah cukup sulit untuk melihat situasi jalanan saat malam hari, apalagi ditambah guyuran hujan. Selain karena penglihatannya yang mulai kurang jelas, tentunya karena memang tidak ada pencahayaan lampu jalanan sama sekali. 

Kubuka gawaiku untuk melihat Google Maps. Sementara di luar, hujan turun kian deras. Ayah beberapa kali melihat kaca spion mobil seperti memastikan ada kendaraan lain yang melintas di jalanan ini. Namun, nihil. Malam itu benar-benar sepi mencekam. Pepohonan di kiri-kanan jalan seolah membawa perjalanan kami semakin dalam menuju kegelapan.

Setelah beberapa kilometer perjalanan, kini kami melewati jalan yang penuh pohon-pohon besar di kiri dan kanan. Sementara di balik pepohonan itu terdapat jurang yang begitu curam. 

Karena kami berdua, aku merasa harus tangkas menghadapi situasi apapun malam itu. Ayah yang berulang kali mengeluh akibat rabun, membuatku sedikit cemas. Namun, kami merasa sedikit lega. Tidak lama dari itu—terlihat dari kaca spion—ada seberkas cahaya lampu yang mulai menyusul mobil yang kami kendarai. Semakin dekat, dan kami bisa melihat itu sebuah mobil innova berwarna putih. 

Entah dari mana mobil itu muncul. Sebab, dari awal aku bisa memastikan bahwa tidak ada kendaraan lain selain mobil ayah. Tiba-tiba "sring" terang sekali. Mobil innova putih itu menyalakan lampu yang terang sekali. Itu membuat ayah sedikit terbantu untuk melihat jalanan di depan yang diselimuti kegelapan. 

Ayah memacu mobil mengikuti mobil itu yang menyalip kami. Selama sepuluh menit kami mengikuti, aku merasakan sesuatu yang aneh. Mataku terasa berat untuk tetap terjaga. Namun, aku berusaha untuk melawannya. Sementara ayah terlihat tetap berusaha membuntuti innova putih itu.

Samar-samar kulihat mobil di depan kami belok ke kiri. Sebelum aku benar-benar tak kuasa menahan kantuk yang menggelayut, aku cepat-cepat mencegat ayah yang ingin turut membanting setir mobil ke kiri mengikuti mobil yang di depan kami sebelumnya. Ayah sontak menginjak pedal rem. Dia tergelagap.

"Ayah mau ke mana? Kita mau pulang kan? Lurus saja, Yah! Tidak ada jalanan belok di sini," kataku. 

Aku sangat ingat jalanan di sini. Tidak ada simpang, hanya ada jalanan lurus saja. Pun ketika aku melihat Google Maps untuk kembali memastikan. 

Baca juga :  5 Cerita Mistis di Gunung Lawu, Pasar Setan Paling Terkenal

Raut wajah ayah terlihat sedikit pucat. Aku mencoba menenangkannya. Aku kembali meyakinkannya, bahwa tidak ada persimpangan di jalan ini. Kuambilkan minum air mineral dari dalam tas yang masih tersisa setengah. Kubukakan tutupnya, lalu kusodorkan untuk ayah.

Di luar, hujan masih turun dengan derasnya. Kegelapan malam mengepung kami. Ditambah kabut putih yang menyelimuti, membuat malam itu benar-benar kian mencekam.

Sesaat kemudian bulu kudukku berdiri ketika tiba-tiba terdengar suara tangisan perempuan dari balik pepohonan. Sesaat kemudian, suara tangisan itu berubah jadi jeritan yang bikin nyaliku menciut. Suaranya melengking memecah keheningan malam.

Kutengok raut wajah ayah. Aku rasa dia juga mendengarnya. Bergegas ayah kemudian menancap gas membawa mobil kami meninggalkan tempat itu. Setelah agak tenang, ayah melihat wajahku.

"Nak, kamu lihat kan tadi ada mobil yang belok kearah kiri?" tanya ayah. "Nak, Ayah serius! Ayah cuma mau memastikan kalau mobil innova itu ke arah kiri," lanjut ayah.

Aku menganggukkan kepala. Kupandangi raut wajah ayah yang tadinya santai kini berubah menjadi gelisah dan takut. Tidak seperti basanya dia bersikap seperti ini. 

"Kenapa, Yah?" tanyaku balik.

Ayah mengelus dada. Suasana hening sejenak. Udara di dalam mobil terasa gerah sekalipun pendingin tetap menyala. Suara jeritan perempuan yang masih terngiang memacu detak jantungku hingga tubuhku terasa panas-dingin.

"Jalanan di sini anker," kata ayah setelah beberapa saat diam. "Di sebelah kiri kita tadi itu jurang. Ayah tahu itu. Tapi, Ayah tidak tahu kenapa ingin mengikuti mobil itu. Ayah merasa seperti setengah tidak sadar. Jika kamu tidak menghentikan ayah, mungkin kita sudah di alam yang berbeda saat ini, Nak," jelas ayah dengan nada yang sangat pelan. 

Sontak bulu tengkukku kembali berdiri setelah mendengarkan pernyataan ayah. Ya, walaupun aku sebenarnya sudah tau karena aku hafal jalan ini. Tapi, itu adalah pengalaman horor pertamaku. Aku belum pernah mengalami hal menyeramkan semacam ini sebelumnya. 

"Ayah, tapi tadi aku juga melihat seperti ada jalan lain. Tetapi jalan itu pendek seperti terpotong," jelasku.

"Iya, itu hanya khayalan. Mobil innova yang entah betulan atau bukan itu seolah sengaja membuat kita nyaman, seakan-akan memimpin jalan mobil kita untuk menuju perjalanan panjang tanpa ujung dan kematian."

Aku sangat bersyukur. Aku merasa Tuhan masih menyayangiku dan ayah pada malam itu. Jujur, tidak ada yang bisa aku ungkapkan pada malam itu. Ayah juga menceritakan, bahwasanya jalanan yang tadi kita lalui adalah jalanan angker. Domino99

Setelah aku cari tahu, memang benar jalanan dari Solok menuju Padang itu dikenal angker. Konon sudah banyak memakan korban. Korban di sana rata-rata sepasang kekasih atau perempuan dan laki-laki. Adapun kasus seperti masuk jurang, kecelakaan, hingga hilang kendaraan dilahap oleh jalanan yang baru saja aku dan ayahku lewati. 

Mulai hari itu, aku tidak pernah mau dan tidur ketika dalam perjalanan sebab traumaku malam itu. Jalanan dari Solok menuju Padang memang melewati hutan yang di kiri-kanannya terdapat tebing dan juga jurang dalam. Selama perjalanan, tidak ada tikungan maupun simpang, jadi hanya ada jalanan lurus. 

Judi Terbaik Seasia

25 Jul 2025

Jin Penunggu Sumur di Sebuah Pondok Pesantren

kisahmisteri -  Saya tumbuh besar di lingkungan keluarga nenek dari pihak ibu, maka otomatis saya sering berinteraksi dengan keluarga besar nenek. Nenek sendiri anak kedua dari sebelas bersaudara, di mana dari sebelas bersaudara tersebut empat diantaranya laki–laki, sebut saja namanya Mad, Wir, Abu, dan Ari. Saya memanggil mereka dengan panggilan mbah.

Keempat adik nenek tersebut lulusan pondok pesantren di Jawa Timur, Ari mondok di tempat yang sama dengan Mad, Abu mondok di tempat yang sama dengan Wir. Meskipun berbeda pondok tetapi masih di satu kota yang sama.JaguarQQ

Menurut cerita dari para kerabat, Wir itu bisa melihat hantu, begitulah cerita yang aku dengar semasa kecil. Cerita yang masih aku ingat hingga sekarang adalah pengalaman Wir bertemu dengan Wewe Gombel di pohon rambutan samping mushola. Wewe Gombel tersebut berbeda dengan Wewe Gombel pada umumnya, sebab jalannya mundur.

Dibandingkan dengan saudara nenek yang lain, Wir ini pendiam orangnya, meskipun pendiam tetapi ia dikenal pemberani, tempat angker di desa pernah dikunjunginya pada malam hari. Nah, ia memiliki hobi memancing, saking pemberaninya, sungai-sungai yang dikenal angker didatanginya, tentu saja dengan tujuan memancing ikan. Menurut penuturan nenek, Wir ini sewaktu di pondok pesantren juga senang memancing di Sungai Brantas.

Di tahun 2021, suami dari kakak nenek, dengan kata lain kakak ipar nenek itu meninggal dunia. Seperti lazimnya di desa-desa ada yang namanya tahlilan hingga 40 hari, tetapi tradisi di keluarga besar saya, di hari ke 8 hingga ke 39 hanya diikuti oleh keluarga besar saja. Selesai tahlilan, dihidangkanlah makanan dan minuman, menikmati hidangan tersebut tentu saja sambil ngobrol.

Saya pun ikut dalam obrolan para bapak-bapak, meskipun hanya sekedar menyimak. Pada hari ke berapa tahlilan, saya lupa tepatnya, obrolan membahas berkaitan dengan waktu di pondok pesantren dulu. Adik ipar nenek yang bernama Kapi mengawali cerita bahwa dulu mengirimkan uang untuk anak di pondok itu tidak menggunakan pos, tetapi langsung datang ke pondok meskipun jaraknya jauh.

Di kecamatan tempat saya tinggal, dari dulu memang banyak orang tua yang memilih untuk memondokan anaknya, paling banyak di pondokan di Kediri. Mbah Kapi menceritakan bahwa satu bulan sekali digilir untuk datang ke Kediri membawa titipan uang dari orang tua di rumah. Jadi nanti yang dapat giliran itu mengunjungi pondok-pondok di Kediri untuk menyampaikan titipan itu tadi.

“Dari sini naik bus, kadang juga naik kereta api, nginapnya nanti di kamar santri” terangnya kepada saya yang duduk di sampingnya.

“Kamar yang ada jinnya di pondok pesantren A di mana para santri tidak ada yang berani tidur di situ masih nggak yah?” tanyanya.

“Kira-kira jinnya masih ingat nggak yah sama Kang Wir,” celetuk Mbah Ari, yang kemudian diikuti gelak tawa yang lain

“Sudah dirobohkan, berganti bangunan,” jawab Mbah Abu.

Lebih lanjut Mbah Abu menceritakan bahwa para santri tidak ada yang berani tidur di kamar tersebut, sebab ketika tidur di kamar tersebut, ketika bangun berada di atas sumur. Jin berpostur tinggi dan besar itu menempati sebuah lemari di kamar tersebut, para santri juga tidak ada yang berani menggunakan lemari tersebut, sebab pasti yang menggunakan lemari tersebut sakit. Tetapi Mbah Wir berani tidur di kamar tersebut dan berani  menggunakan lemari tersebut.

Mbah Wir mengamini apa yang diceritakan oleh Mbah Abu. Ia mengungkapkan ia juga pernah dijahili oleh jin tersebut (Mbah Wir menyebut nama jin tersebut, tetapi saya lupa nama jinnya), ketika tidur ia dipindahkan ke dapur. Kejadian tersebut terjadi ketika Sungai Brantas meluap di mana dapur pasti terendam banjir, tetapi anehnya Wir mengapung  di air.

“Awalnya bersahabat baik,” terangnya.

Mbah Wir menjelaskan bahwa singkat cerita Jin tersebut merasuki dan mengendalikan dirinya, dengan kata lain mengalami kesurupan. Kejadian tersebut diketahui oleh kiai pengasuh pondok pesantren, Mbah Wir pun dikurung di kamar, dan kiai pun kewalahan.

“Waktu Kang Kapi ke pondok disuruh bapak, itu semalamnya mengamuk parah, saya saja nggak berani nemuin,” timpal Mbah Abu.

Akhirnya ia pun dibawa pulang ke rumah untuk diobati, Kiai mengatakan boleh kembali lagi ke pondok jika sudah sembuh. Mbah Wir diobati oleh pamannya (kakak dari ayahnya). Jika kalian membaca kisah saya sebelumnya, yang mengobati Mbah Wir itu kakek buyut saya, jadi kakek dan nenek saya itu  sepupu, lalu menikah, paham kan (Jadi ayahnya kakek dan ayahnya nenek itu kakak beradik).


Jimat Teropong

Setelah sembuh, ia berangkat lagi ke pondok pesantren. Ia pun naik kereta api menuju Kediri. Jangan dibayangkan kondisi kereta api zaman itu seperti sekarang ini, para pedagang asongan bebas keluar masuk. Saat kereta api memasuki Kediri, ada kakek berbaju putih menawarkan 5 buah rambutan. Namun, tidak ada satupun yang mau membelinya, sebab harganya mahal yaitu 15 ribu. Nominal tersebut zaman itu ya besar sekali nilainya.

Kemudian oleh Mbah Wir dibeli, uang sakunya kebetulan pas sekali 15 ribu. Ia tanpa pikir panjang membelinya, sebab uang tersebut adalah uang bekalnya di pondok selama satu bulan. Selepas kakek tersebut pergi, ia pun mengupas rambutan tersebut. Pas dikupas, rambutan ke 1 dan 2 isinya kosong, rambutan ke 3 dan 4 isinya hanya biji. Nah, ketika rambutan kelima dikupas isinya jimat teropong.

Beberapa penumpang pun berusaha untuk menawar jimat teropong tersebut dengan harga berapapun. Namun, Mbah Wir menolaknya. Jadi jimat teropong tersebut bentuknya cincin, dengan permata yang berlubang. Menurut Mbah Wir, lubang tersebut fungsinya seperti teropong, bisa melihat tempat yang jaraknya jauh.

Akan tetapi jimat teropong tersebut hilang, tatkala Mbah Wir baru lulus dari pondok pesantren. Hilangnya buka hilang karena dicuri, tetapi jatuh entah ke mana. Malam harinya setelah hilang, Mbah Wir dalam mimpinya didatangi oleh kakek berbaju putih.

Dalam mimpi tersebut kakek berbaju putih mengatakan harus puasa 40 hari dengan menu sahur dan berbuka berupa singkong sebesar ibu jari. Maka dengan sendirinya jimat tersebut akan kembali. Namun, Mbah Wir tidak melakukan hal itu.


Kelong Wewe Laki-Laki

Rumah-rumah di keluarga besar nenek saling berdekatan satu sama lain, di tengahnya terdapat mushola keluarga yang digunakan sebagai kegiatan keagamaan di kampung. Di samping mushola terdapat pohon rambutan. Di pohon itulah dihuni oleh Wewe Gombel yang jalannya mundur. Mbah Wir yang seringkali pulang malam dari memancing, sering melihat penampakan hantu tersebut.

Selain sosok Wewe Gombel, pohon rambutan tersebut juga dihuni oleh keluarga Kelong Wewe, yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Beberapa dari kami pernah ditampaki keluarga Kelong Wewe tersebut. Uniknya seringkali Kelong Wewe tersebut menyerupai manusia.

                    Baca juga :  5 Cerita Mistis di Gunung Lawu, Pasar Setan Paling Terkenal

Kelong Wewe laki-laki dan Kelong Wewe bocah menyerupai orang di desa kami bernama Wihad dan anaknya yang bernama Reza. Maka dari itu kami memanggilnya dengan sebutan Kelong Wihad dan Kelong Reza. Sementara Kelong perempuan sering menyerupai kakak nenek, terkadang Kelong Wewe bocah juga menyerupai anak Mbah Abu.

Tentu saja mereka menampakkan diri di tengah malam. Beberapa kerabat yang hendak ke mushola untuk sholat malam sering berpapasan dengan hantu tersebut. Ketika disapa mereka akan menjawab dengan deheman “Heeem”. Tanda kehadiran mereka dikenali dengan suara sandal basah.Domino99

Suatu hari saya tidur bersama kakek, kamar kakek terletak di samping jalan yang biasa dilewati oleh hantu tersebut. Dini  hari saya mendengar suara sandal basah, pas dilihat di jendela benar saja Kelong Wihad sedang menggendong Kelong Reza.

Nah, yang sering ditampaki oleh mereka ya Mbah Wir, karena memang ketika memancing pulangnya larut malam.

Judi Terbaik Seasia

23 Jul 2025

5 Cerita Mistis di Gunung Lawu, Pasar Setan Paling Terkenal

kisahmisteri - Pendaki gunung pasti gak asing dengan Gunung Lawu. Lokasinya berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Letaknya pun ada di tiga kabupaten sekaligus yaitu Karanganyar, Magetan, dan Ngawi.

Tergolong gunung yang keramat, Gunung Lawu sarat cerita sejarah dan misteri. Bahkan, Gunung Lawu sering dikaitkan dengan beberapa cerita mistis, lho. Cerita mistis di Gunung Lawu yang paling terkenal adalah Pasar Setan.JaguarQQ

1. Legenda yang dipercaya hingga kini

Membahas cerita mistis di Gunung Lawu pasti berhubungan dengan legendanya. Konon, Gunung Lawu merupakan tempat menghilangnya Raja Majapahit yang terakhir, yaitu Prabu Brawijaya V. Di gunung ini pula, masyarakat setempat meyakini adanya dua makhluk gaib.

Dua makhluk yang dimaksud adalah manusia biasa dulunya. Mereka adalah dua penjaga yang setia menemani Prabu Brawjiaya V, bahkan ketika sang prabu mengasingkan diri di Gunung Lawu.

Makhluk gaib itu menjaga puncak Gunung Lawu yang ada tiga. Salah satu puncaknya bernama Hargo Dalem yang diyakini sebagai tempat terakhir Prabu Brawijaya V sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

Berdasarkan cerita lisan ke lisan, dua makhluk gaib itu dikenal dengan sebutan Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Secara misterius, keduanya menjadi patih dan memimpin para makhluk tak kasat mata lain yang tinggal di Gunung Lawu.

Dipa Menggala dianugerahi gelar Sunan Gunung Lawu. Sedangkan, Wangsa Menggala dikenal dengan gelar Kyai Jalak. 


2. Burung Kyai Jalak

Cerita mistis di Gunung Lawu ini masih berkaitan dengan legenda di atas, ya. Sesuai dengan gelarnya Kyai Jalak ternyata berwujud burung jalak. Masyarakat setempat percaya, burung jalak jelmaan Kyai Jalak mendatangkan pertanda baik.

Apabila pendaki gunung melihat burung jalak tersebut, maka ia dianggap telah disambut dengan baik. Biasanya, Kyai Jalak akan menampakkan diri ke para pendaki yang menjaga tutur kata dan perilakunya selama di gunung. Mereka yang bersikap sopan dan tidak melanggar pantangan akan 'ditemui' oleh Kyai Jalak.


3. Mitos Pasar Setan

Bagi pendaki gunung, mitos Pasar Setan paling sering dibicarakan. Keberadaan Pasar Setan diyakini ada di beberapa gunung sekaligus. Salah satu yang paling terkenal adalah Pasar Setan di Gunung Lawu.

Pasar Setan adalah pasar gaib yang menjadi pusat transaksi jual beli layaknya pasar umum di kehidupan manusia. Namun, beda dengan pasar yang kita ketahui, Pasar Setan ini didatangi oleh makhluk-makhluk gaib yang ada di gunung. 

Untuk manusia yang melihat, Pasar Setan umumnya dianggap mirip dengan pasar tradisional dengan aneka barang menarik yang dijual. Akan tetapi, sebenarnya barang yang diperjualbelikan bukan barang biasa, melainkan tanah, batu, dan dedaunan. 

Nah, Pasar Setan di Gunung Lawu disebut dengan Pasar Dieng. Konon, pasar tersebut berada di pos 5 lewat jalur pendakian Cetho. Banyak mitos yang beredar. Menurut satu kepercayaan, mendaki sebaiknya gak menerima atau membeli barang bila melihat Pasar Setan.

Berdasarkan mitos yang lain, pendaki diimbau untuk melemparkan uang ke sumber suara apabila mendengar suara penjual misterius yang menawarkan dagangan. Selain melihat langsung Pasar Setan, biasanya pendaki mendengar suara keramaian khas suara yang ada di pasar. Padahal kondisi di gunung sepi dan gak ada pendaki lain yang sedang mengobrol.

 Baca juga : Catatan Mimpi Gaib: Pengalaman dan Ancaman dalam Alam Tak Kasat Mata

4. Mitos Pasar Setan diangkat jadi film

Selain di Gunung Lawu, mitos Pasar Setan juga ada di Gunung Salak, Gunung Arjuno, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan gunung-gunung lain. Saking terkenalnya, mitos ini pun diangkat menjadi film produksi IDN Pictures terbaru, lho.

Lokasi syutingnya di kaki Gunung Salak. Film horor ini menggambarkan seorang vlogger yang berusaha mengungkap kebenaran pasar setan, tapi justru merasakan berbagai kejadian mistis yang sulit dipahami dengan nalar.

"Di antara mereka (para pendaki gunung), legenda atau mitos yang paling terkenal adalah pasar setan. Kita mencoba menggambarkan pasar setan dari cerita salah satu atau beberapa para pendaki. Kita adaptasi jadi cerita di film Pasar Setan," jelas Susanti Dewi, produser film Pasar Setan ketika diwawancarai oleh IDN Times. 

Film horor Pasar Setan akan tayang pada tanggal 29 Februari 2024 nanti. Melalui film ini, pihak produksi ingin menyampaikan bahwa bila datang ke gunung, sebaiknya jaga perbuatan dan perkataan agar tidak melanggar pantangan atau mengundang pantangan.

Jangan sampai kedatangan manusia ke gunung atau tempat lain yang dianggap keramat justru berujung malapetaka.


5. Mitos Sendang Drajat

Pernah mendengar tentang sumber mata air Sendang Drajat? Sumber mata air ini ada di Gunung Lawu dan biasanya diambil oleh para pendaki dan masyarakat setempat. Menariknya, sumber mata air Sendang Drajat dianggap keramat. Domino99

Mereka percaya bahwa airnya bisa memberikan manfaat awet muda. Kamu yang mendaki ke Gunung Lawu dan memiliki niat baik bisa meminum air di Sendang Drajat. Sesuai kepercayaan, orang dengan niat baik akan mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam mencapai tujuan.


6. Mitos jumlah pendaki

Banyak cerita mistis di Gunung Lawu. Selain Pasar Setan yang sangat terkenal, cerita mistis tentang pantangan jumlah pendaki juga diyakini sampai sekarang. Bahkan, pantangan tersebut dipatuhi meski gak pernah dijelaskan secara tertulis.

Jadi, terdapat kepercayaan bahwa jumlah pendaki yang naik ke Gunung Lawu tidak boleh ganjil. Jika ganjil, maka makhluk halus akan menggenapi jumlah rombongan tersebut. Sebaiknya, mendaki Gunung Lawu dengan 2, 4, 6, 8, atau 10 orang.

Judi Terbaik Seasia

22 Jul 2025

Catatan Mimpi Gaib: Pengalaman dan Ancaman dalam Alam Tak Kasat Mata

kisahmisteri - Banyak orang mengatakan bahwa mimpi hanyalah bunga tidur, tetapi saya percaya bahwa ada juga yang bukan bunga tidur. Apa bedanya mimpi yang bunga tidur dan bukan bunga tidur? Menurut saya kalau yang bunga tidur, ketika bangun kita tidak akan mengingatnya secara detail atau samar-samar, bahkan lupa. Sementara yang bukan bunga tidur, ketika bangun kita bisa menceritakannya secara detail.

Ketika ada serangan gaib yang menyerang keluarga, saya selalu mendapatkan peringatan lewat mimpi. Dari mulai siapa yang mengirim, dukunnya siapa, makhluk halus bentuknya apa, terekam jelas dalam mimpi. 

Meskipun awalnya ragu dengan kebenaran mimpi-mimpi tersebut, sebab bisa saja itu merupakan bujuk rayu setan agar kita suudzon. Tetapi setelah saya cari tahu berdasarkan petunjuk dalam mimpi tersebut, ternyata memang memiliki pesan yang penting.JaguarQQ

Tanah Kuburan dari 4 Makam

Saat itu Bulan Ramadhan, jam 12 saya baru bisa terlelap, dalam tidur tersebut saya seperti ditarik melayang menuju ke sebuah tempat. Saya tidak tahu itu tempat apa, karena tidak jelas, di sekelilingnya ada obor. Di tempat tersebut saya dikepung oleh 4 orang, karena gelap gulita wajah mereka terlihat samar-samar. 

Tetapi saya mengenal siapa mereka, dalam mimpi tersebut mereka mengingatkan saya untuk tidak ikut campur. Nah, sebelum mereka berhasil melayangkan pukulan, saya terbangun dari tidur. Ketika melihat jam di handphone, jam menunjukkan pukul 3 dini hari.

Kemudian ketika pulang kampung, saya menceritakan hal ini kepada ibu saya, tetapi saya tidak menceritakan wajah dari 4 orang itu. Lalu ibu saya bertanya kepada saya, 4 orang tersebut ini kan (ibu menyebut nama), saya pun mengiyakan.

Ibu pun bercerita bahwa teman ibu datang ke rumah meminta tolong, ia mengalami sakit, tetapi anehnya dibawa ke dokter tidak ditemukan penyakitnya. Selain itu, ia juga sering mengalami kesurupan. Jadi ibu itu diberikan kelebihan oleh Allah berkaitan dengan hal-hal supranatural , memang banyak keluarga ibu yang memiliki kemampuan demikian. Setelah ditelisik, ternyata guna-gunanya menggunakan 4 tanah kuburan dari 4 makam angker.

Masing-masing dari 4 orang yang saya lihat dalam mimpi itulah yang mengambil tanah makam untuk kemudian disatukan guna disajikan sebagai senjata. Ternyata ibu juga mengalami ancaman serupa, supaya tidak ikut campur. Kemudian dengan terpaksa ibu akhirnya memutuskan untuk tidak ikut campur.


Anjing dan Buto Abang

Libur lebaran telah usai, saya pun kembali beraktivitas seperti biasa di ibukota. Satu bulan berada di ibukota, saya kembali mengalami mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi tersebut saya sedang tidur di kosan juga, pintu kosan terbuka, berdiri di pintu seekor anjing dan makhluk menyeramkan buto ijo tetapi berwarna merah.

Dalam sekejap mata saya tiba-tiba berpindah dari kosan ke rumah, dari rumah dalam sekejap mata berpindah ke hutan belantara. Tidak jauh dari tempat saya berdiri dari balik pohon banyak sekali makhluk-makhluk yang mengamati saya. Mereka pun mendekat ke arah saya, salah satu dari mereka buto abang dan anjing, di antara mereka juga terdapat perempuan serba hijau.

Kemudian salah seorang pria muda gagah berjubah mengenakan sorban berlari ke arah saya, langsung menyambar ke arah saya, mengajak “ayo lari”. Kami terus menelusuri hutan, kami berhenti tatkala ada beberapa orang yang mengenakan sorban dan jubah sedang wirid melingkar, seperti kiai. Terus pria yang menarik tangan saya mengatakan “Tolong teman saya nih, lagi dikejar-kejar makhluk.”

Para makhluk halus itu berada di depan kami. Kemudian terjadi pertempuran sengit di antara mereka, pertempuran dimenangkan oleh para kiai. Pertempuran selesai, terdengar suara azan di hutan belantara tersebut, saya pun terbangun, dan di dunia nyata juga azan Subuh.

Ketika Bulan Agustus saya pulang kampung, saya menceritakan mimpi kepada ibu saya. Ternyata hari di mana saya mengalami mimpi tersebut, ibu kedatangan tamu, bocah perempuan masih SD, datang bersama dengan tetangganya. Leher bocah tersebut sengklek (kaku) ke samping, bahkan lebih mirip patah, tiba-tiba seperti itu tanpa sebab yang jelas, tidak jatuh atau salah tidur.

Ibu pun menanyakan kok datangnya bareng tetangganya, ke mana orang tuanya. Tetangga tersebut pun menjawab, bahwa kedua orang tuanya di Jakarta, bocah tersebut tinggal bersama dengan neneknya. Dulu sebelum usaha warungnya sepi, bocah tersebut ikut orang tuanya, tetapi ketika usahanya sepi dititipkan ke neneknya. Begitu ibu memegang leher bocah tersebut, langsung muncul kilasan kejadian yang menyebabkan bocah tersebut mengalami hal semacam itu.

Jadi ayah bocah tersebut berada di titik terendah, ia ingin seperti dulu lagi, warungnya kembali ramai. Akhirnya terpikirlah cara instan, ia pergi ke suatu tempat untuk melakukan pesugihan. Nah, syarat terakhir dari si dukun, ialah diminta untuk mematahkan leher pitik (anak ayam) dengan tangan. Ketika sedang berusaha mematahkan leher pitik, ia teringat anak perempuannya. Lalu ia pun mengurungkan niatnya untuk melakukan pesugihan tersebut.

Beberapa hari kemudian ibu juga kedatangan tamu, bocah perempuan masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengalami sakit perut, pergi ke dokter tidak sembuh-sembuh. Sakitnya tersebut setelah mendapatkan makanan dari tetangga. Setelah ditelisik, ternyata bocah tersebut hendak dijadikan tumbal pesugihan di salah satu hutan angker.

“Menurut rumor yang beredar, tetangga tersebut katanya melakukan pesugihan,” ujar ibu si bocah.

Selanjutnya ibu menceritakan bahwa akhir-akhir ini warga desa dan sekitarnya sering ditampaki makhluk tinggi besar dan kuntilanak. Orang-orang menduga, makhluk tersebut merupakan makhluk pesugihan yang sedang mencari tuannya. Sebab kemunculan makhluk tersebut setelah meninggalnya orang yang diduga melakukan pesugihan.


Hampir Kerasukan

Akhir Agustus saya berangkat lagi ke Jakarta. Baru beberapa hari di Jakarta, tepatnya di awal September, hari Senin saya mengalami kejadian di luar nalar. Hari Sabtu dan Ahad saya tidak di kosan, karena ada tugas liputan. Senin Dzuhur saya sampai di kosan, suasana kompleks kosan saat itu sepi, tetangga kosan masih berada di tempat kerja. Teman satu kosan saya bernama Avid juga sedang di luar. Setelah Sholat Dzuhur saya tidur, Jam tengah 4 saya bangun, ambil wudhu, lalu salat.

Jam tengah 5 perut minta diisi, saya pun keluar untuk mencari makan, jam 4.45 saya kembali ke kosan sambil membawa makanan. Jam 5 lebih saya selesai makan, lalu ke kamar mandi untuk cuci tangan. Keluar dari kamar mandi, beberapa langkah itu seperti ada sesuatu yang mau masuk dari punggung, saya pun ke dorong ke depan, hampir jatuh. Nah, punggung saya langsung berat rasanya dan ada benjolan. Tangan saya mau menyentuh benjolan tersebut tidak bisa, seharusnya sih bisa, karena lebih dekat dengan tengkuk. Hingga larut malam saya merasa tidak enak badan.

Jam 12 malam Avid pulang, ia langsung mandi, salat, terus baca Al-Qur'an. Ketika dia sedang membaca Al-Qur’an punggung saya terasa panas. Setelah ia selesai membaca Al-Qur’an, saya minta tolong untuk mengecek punggung saya. 

Ketika dicek, Avid langsung kaget, sebab berwarna merah, serta ada benjolan. Terus saya minta sama Avid untuk menempelkan tangannya ke benjolan, tetapi disertai tawasul dan sholawat. Tubuh saya pun langsung bereaksi, seperti orang mediumisasi.

Kata Avid badan saya langsung kaku, terus suaranya menjadi berwibawa, seperti kakek tua. Setelah itu berganti menjadi suara tangis perempuan. Avid otomatis panik, dia pun langsung menyadarkan saya, meminta saya suruh istighfar. Itu pertama kalinya saya kembali mengalami semacam mediumisasi, setelah sekian lama.

Malam harinya saya bermimpi, detail banget mimpinya seperti menonton film dan terlibat di dalam scennya. Dalam mimpi itu saya berada di sebuah kampung, suasananya seperti zaman dulu.

Maghrib saya berjalan di kampung tersebut, lalu saya dikejutkan dengan kehadiran seorang perempuan kumal, tetapi mukanya penuh darah. Terus saya lari ke sebuah rumah, perabotannya persis sama kayak rumahku, di situ ada ibu saya dan adik laki-lakiku. Setelah itu saya tahu bahwa setelah Maghrib muncul teror perempuan penuh darah muka rusak yang suka menculik orang untuk dijadikan ritual.

                                    Baca juga : Mengejar Kekayaan Lewat Pesugihan

Kemudian suasana berubah, tiba-tiba kami berada di halaman sebuah rumah besar. Terus ada anak kecil masuk ke halaman rumah besar tersebut, tak sengaja anak kecil tersebut membuka ruang bawah tanah, dan di situ banyak orang-orang yang selama ini hilang diculik.

Anak tersebut lalu lapor kepada ibunya, datanglah ibunya bersama bersama dengan 8 orang. Anak kecil tersebut juga datang, tiba-tiba anak kecil tersebut terseret ke ruang bawah tanah. Warga pun menjadi murka, keluarga di dalam rumah tersebut yang terdiri dari 3 perempuan, di mana yang satu itu lagi hamil dan satu laki-laki dibantai oleh para warga.

Kami (aku, ibu, dan adik) hanya bisa melihatnya, kehadiran kami tidak disadari oleh mereka. Ibuku meminta untuk pulang bersama adik, karena sebentar lagi Maghrib. Ketika di gerbang kami dihadang banyak ular, tetapi bisa dilewati. Sampailah kami di rumah, di mana perabotannya sama persis, cuman model rumahnya berbeda.

Saya dan adik sholat Maghrib, lalu kami ke jendela belakang karena gorden belum ditutup, dari situ aku melihat 2 perempuan berlumur darah. Kemudian ibu saya pulang, menceritakan bahwa 8 warga yang membantai itu tidak selamat. Terus tiba-tiba ada kakek buyut saya yang meninggal di Mekah muncul, dia mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar 80 tahun yang lalu.Domino99

Saya pun langsung telepon ibu saya, ternyata ibu mengalami mimpi yang sama. Berulang kali, keluarga kami memang sering mendapatkan serangan gaib, mulai dari bola-bola api, garam dan bunga di halaman rumah. Yang bisa kami lakukan hanya pasrah kepada Allah.

Menurut ibu, qoriin dari masa lalu tersebut dimanfaatkan oleh dukun atas permintaan seseorang untuk menyerang keluarga kami.

Judi Terbaik Seasia

Mengejar Kekayaan Lewat Pesugihan

kisahmisteri -Apa yang ada dibenak saat kata “mistis” dilontarkan? Mistis di Indonesia bukan menjadi hal yang tabu, apalagi di pulau Jawa yang sangat kental dengan hal berbau gaib. Salah satu kota kecil yang terletak di pesisir utara Jawa Barat, terkenal dengan keindahan alamnya serta kekayaan kuliner dan kerajinan tangan yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan ternyata banyak diselimuti akan sesuatu yang berhubungan dengan gaib.

Cerita malam mencekam kali ini datang dari salah satu warga Indramayu yang hampir saja terjerumus dalam pesugihan ngipri. Kisah uwa Jatma yang dahulunya adalah seorang santri pesantren selama 7 tahun ternyata tergoyahkan imannya untuk mencoba jalur express dalam mencari pundi-pundi uang.JaguarQQ


Kang Jatma dahulunya penjual sayur di warung kecil akhirnya menyerah dengan takdir karena sejak terjadinya krismon “Krisis Moneter” mendesak Jatma berhenti berjualan. Padahal itu satu-satunya penghasilan untuk menghidupi istri dan 1 anaknya. Kang Jatma yang diliputi rasa putus asa pun bertemu mang Jaya dan ditawari pesugihan di Pulomas atau orang Indramayu biasa menyebutnya “kesugihan”.

Karena tekad demi menafkahi sang istri sangat besar, kang Jatma mengikuti saran mang Jaya pergi ke Pulomas dengan harapan mendapatkan banyak kekayaan dari alam lain. Dengan merelakan kambingnya untuk dijual demi mendapatkan pesangon untuk menuju tempat pesugihan itu. Sampai di Pulomas, kang Jatma bertemu pak kunci Wadir yang nanti akan membantunya bertemu dengan Nyai Ratu untuk mendapat pesugihan gaib. Namun, usahanya gagal karena Nyai Ratu tidak menemuinya dalam mimpi. Kang Jatma pulang kerumah dengan rasa tidak puas karena pesugihan yang dilakukan gagal.

Apakah dengan kegagalan itu Jatma langsung bertaubat? Ternyata Jatma masih menghalalkan segala cara dan mencari jalan untuk mendapatkan pesugihan itu. Tidak berhenti disitu, Kang Jatma berkunjung ke rumah temannya sang penjual toko kelontong yang berhasil sukses, namanya Jaya. Dari cerita temannya, Jatma menyimpulkan kalau temannya melakukan pesugihan di wilayah Garut tepatnya hutan sancang. Nantinya pesugihan itu dilakukan dengan ritual kawin peri.

Sampai lah Jatma dirumah, berbekal informasi dari Jaya, Jatma langsung meminta restu istri dan orang tuanya supaya bisa lancar untuk melakukan pesugihan. Ayahnya menasehati tapi akhirnya Jatma tetap melanjutkan niatnya.

Bermodal uang hasil menjual kambingnya, Jatma menuju Garut dan mencari pak kunci bernama Agus. Perjalanan dari pagi hingga sore. Sampai dirumah pak Agus, Jatma diberi banyak wejangan kalau minta rezeki dari gaib tidak selamanya berhasil. Orang Indramayu menyebutnya nutugi amara nafsu, nafsu itu nantinya tidak ada tuntunannya.

Tekad Jatma yang kuat mengalahkan semua argumen pak kunci dan akhirnya pak kunci menjelaskan kalau menang Jatma yakin dia harus tidur di hutan sancang dan harus bertemu dengan Suminten. Jakma harus melakukan kontrak kawin peri, menikah dengan suminten dijadikan sebagai istri gaib Jakma dan jika nanti suminten hamil dan anaknya lahir maka Jakma harus mati untuk merawat anak mereka.Domino99

Jakma setuju dan mereka melakukan perjalanan di esok harinya. Arus perjalanan naik turun gunung, dan tempatnya bukan di kuburan tapi ditengah hutan yang terdapat pohon besar biasa disebut pohon kapua. Dulu tempat itu dijadikan tempat semedi Eyang Prabu Siliwangi tepatnya di hutan sancang.

Pohon itu punya bilik yang dijadikan sebagai tempat istirahat, atas arahan pak kunci akhirnya Jakma tidur di bilik itu tanpa penerangan apapun dan harus berpuasa selama 3 hari. Lambat laun berlalu sampai pak kunci datang, namun Jakma belum bermimpi bertemu suminten. Akhirnya Jakma menginap di hutan sancang itu 2 hari lagi. Namun, sampai waktu habis ternyata tidak bertemu juga dengan suminten. Mereka dengan keputusan matang memilih untuk kembali ke rumah pak kunci.

Anehnya, sampai dirumah pak kunci ternyata suminten mengikuti. Jakma tidak bisa melihat suminten, pak kunci yang memberitahu Jakma kalau suminten mengikuti mereka. Suminten merasuki istri pak kunci dan berbicara "saya bukannya gamau kawin sama kang jakma, saya demen sama kang jakma, saya cinta sama kang jatma, tapi suminten mau deket kang jakma ga kuat, panas" ucap Suminten yang didengar pak kunci. Setelah suminten pergi, pak kunci menyampaikan ke Jakma, Jakma menjelaskan dulu dia masuk ke pesantren selama 7 tahun. 

            Baca juga : Cerita Horor: Kuntilanak-Pocong yang Jail di Kosan dan Ingatan Masa Lalu

Orang yang sudah kental dengan ilmu agama pasti hafal diluar kepala ayat Al-Qur’an, hal itu yang membuat semua pesugihan yang Jakma usahakan selalu gagal. Semua makhluk yang ingin mendekat akan terasa panas karna kemurnian Al-Qur’an yang dulu Jakma pernah pelajari dan hafal.


Jakma sadar dengan kekeliruan sikapnya, dan memilih kembali pulang kepada istrinya lalu mereka membuat usaha kecil yang akhirnya bisa menghidupi mereka dan mencukupi segala kebutuhan tanpa harus menggunakan cara pesugihan.
Judi Terbaik Seasia

21 Jul 2025

Cerita Horor: Kuntilanak-Pocong yang Jail di Kosan dan Ingatan Masa Lalu

 kisahmisteri - Malam itu suasana kosan tidak seperti biasanya, di luar kosan terasa begitu sunyi. Kalau kata orang Jawa "seminep". Hal senada juga dirasakan oleh kawan yang satu kosan dengan saya, Avidh namanya. Dia merasakan kalau malam ini suasananya berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Maul kawan saya yang sering main ke kosan juga merasakan hal sama, dia memutuskan untuk pulang lebih cepat.

Selepas Maul pulang saya merasakan lapar, perut keroncongan minta untuk segera diisi, sebab sedari siang saya belum makan. Saya pun memutuskan untuk membeli nasi goreng, tidak jauh dari kosan. Begitu saya membuka pintu terdengar suara kokok ayam. Saya berpikir positif, sebab memang ada yang memiliki ayam di sekitar kosan.JaguarQQ

Kosan yang sekarang saya tempati bisa dikatakan adalah sebuah kompleks kosan, terdapat beberapa tipe, tentu dengan spesifikasi harga yang berbeda-beda. Kosan saya berada di kompleks belakang, maka dari itu jika hendak keluar saya harus melewati kompleks tengah dan kompleks depan.

Sudah tiga minggu ini, dua kosan di kompleks tengah kosong. Akibatnya jalan menjadi gelap, sebab lampu teras tidak dinyalakan. Meskipun gelap suasana dalam kosan terlihat dengan jelas, sebab kaca depan tidak berkelambu. 

Ketika saya membeli nasi goreng, saya berusaha untuk tidak menengok ke arah kaca, meskipun saya merasakan beberapa pasang mata tak terlihat terus menatap dengan tatapan penasaran.

“Apa karena ini malam Jumat yah?” tanyaku kepada Avidh.

“Entahlah, mungkin hantu penunggu komplek kosan belakang ini meminta untuk dituliskan kisahnya,” jawabnya.

Memang beberapa hari yang lalu saya merencanakan untuk menuliskan pengalaman horor yang dialami oleh orang-orang di kompleks belakang. Tetapi saya belum yakin apakah akan menuliskannya atau tidak. Sampai kemudian 1 jam setelah makan nasi goreng, saya mendengar suara lirih tangisan perempuan.

“Avidh dengar suara lirih tangisan perempuan?” tanyaku.

“Nggak.”

Maka dari itu saya pun bergegas menyalakan laptop, untuk selanjutnya menuliskan tentang mereka yang tidak bisa dilihat oleh mata normal.


Malam Sabtu yang Mencekam

Kompleks belakang terdiri dari enam kosan, empat menjorok ke depan, sementara yang dua menjorok ke belakang. Kosan yang menjorok ke belakang itulah yang tidak berpenghuni. Saya menempati kosan ketiga bersama dengan Avidh, sementara itu kosan satu ditempati oleh Bang Ijul, kosan kedua ditempati oleh Bang Muri, dan kosan keempat ditempati oleh Bang Ijay.

Sampai dengan saat itu, memang saya belum pernah ditampaki oleh penunggu kompleks kosan belakang. Tetapi suara ketukan di pintu, di dinding, suara lompatan langkah sering saya dengar, bau pandan. Mengenai hal tersebut saya tidak merasa terganggu, biasa-biasa saja.

“Suasana kembali normal, tidak seminep seperti tadi,” ujar Avidh ketika saya menuliskan cerita ini.

“Ya begitulah,” jawabku singkat.

Waktu itu Avidh baru beberapa hari tinggal di kosan saya dan dia langsung mendapatkan sambutan dari penunggu kompleks kosan belakang. 

Begini ceritanya. Setelah salat Jumat saya pamit kepada Avidh pergi ke Depok untuk liputan. Dan malam Ahad baru pulang. Menjelang Maghrib Avidh mandi dan kamar mandinya itu terletak di luar. Saat mandi itulah pintu kamar mandi diketuk dengan ketukan cepat. Setelah dibuka dan dicek ke sekitar tidak ada siapa-siapa.

Masih di malam yang sama dengan Avidh, Bang Muri juga mendapat gangguan. Tidak biasanya ia mencuci pakaian pada dini hari, waktu itu ia mencuci pakaian di jam dua dini hari. 

Di tengah-tengah menggosok pakaian itulah, dia merasakan ada yang meneteskan air di punggungnya. Setelah dicek ternyata tidak basah. Tidak hanya sampai di situ, dia merasakan ada yang mengawasinya, pas dikejar ke depan tidak ada siapa-siapa. Gara-gara kejadian tersebut, hingga pagi ia tidak bisa tidur.


Uji Nyali

Pada malam berikutnya yaitu malam Senin terdengar gedoran kepala ke arah pintu, sementara itu jam menunjukkan pukul 00.30, saya mengabaikan gedoran ke arah tersebut. 

Tak berselang lama Bang Muri mengetuk pintu kosan, memanggil nama saya, ia mengatakan apakah saya tadi menggedor suara pintu, saya pun menggelengkan kepala. Lebih lanjut ia menceritakan bahwa tidak bisa tidur dan meminta kepada saya untuk menemani. Saya pun akhirnya tidur di kosan Bang Muri.

Justru yang terjadi saya tidak bisa tidur, sedangkan Bang Muri tidur dengan sangat pulas. Hingga jam 1.30 saya belum bisa tidur. Saya pun memutuskan untuk chat Avidh yang sedang main di kosan temannya, meminta untuk segera pulang. 

Jam 2.00 tepat Avidh datang ke kosan. Dia bersama dengan kawannya, Lafi namanya. Saya pun kemudian kembali ke kosan saya.

Avidh kemudian menceritakan kepada Lafi perihal kejadian horor yang ia alami di malam Sabtu, serta beberapa suara ketukan yang ia dengar. 

Kami pun sepakat malam itu mengadakan uji nyali. Pintu kamar kosan saya buka lebar-lebar, sehingga apa yang terjadi di luar akan terdengar dan terlihat dengan jelas. Bukannya kami mengadakan pengajian atau apa, justru kami malah ngerumpi menceritakan pengalaman horor masing-masing.

Suara derap langkah lompatan, gedoran di tembok, gedoran pintu terdengar dengan jelas. Kalau kalian pernah menonton acara uji nyali di sebuah stasiun televisi, suasananya seperti itu. Bukannya menyerah dengan segera menutup pintu dan menghentikan obrolan, justru obrolan kami semakin seru perihal dunia gaib.

Tak berselang lama pada jam empat, sebelum suara tarhim masjid berkumandang, kami semua mencium aroma pandan bercampur dengan melati. Bau tersebut seolah mengakhiri suara-suara ketukan malam itu.


Pengalaman Bang Ijul

Di antara kami penghuni kompleks kosan belakang, Bang Ijul adalah yang paling lama, sudah lebih dari 10 tahun. Pas tahun pertama, ia tinggal di kosan paling belakang.

“Hawa di kosan belakang itu beda banget, panas. Saya pernah ada pengalaman horor di halaman kosan paling belakang itu, menjelang Maghrib kejadiannya, saya baru pulang dari tempat kerja,” ujar Bang Ijul.

“Nah, di halaman ada tiga orang anak sedang main kelereng, satu anak itu pakainya bagus, wajahnya bule, sinyo Belanda. Sementara yang dua itu pakaianya lusuh, wajah pribumi. Setelah saya masuk ke kosan, lalu keluar lagi sudah nggak ada,” lanjutnya.

Ia mengaku sudah biasa dengan kejadian-kejadian semacam itu dan tidak mempermasalahkannya, sebab di dunia ini tidak hanya ada manusia saja, tetapi juga makhluk halu. Di kosan yang sekarang ia tempati, Bang Ijal mengaku pernah didatangi sosok Kuntilanak.

“Sosok Kunkun, saya lagi tidur Kunkun di dekat kaki saya, menendang-nendang kaki saya. Saya abaikan lah, kehadirannya diawali dengan bau pandan bercampur dengan bau melati,” terangnya.

Bang Ijal juga menceritakan bahwa beberapa hari lalu ketika tengah malam ke mara mandi. Dia melihat di kosan belakang sosok pocong.


Bang Ijay Diganggu Pocong

Bang Ijay bekerja sehari-hari sebagai ojek online. Alhasil, dia sering pulang larut malam. Selain sering ditampaki sosok pocong di kosan belakang, ia juga pernah didatangi langsung oleh sosok tersebut.

Bang Ijay baru saja terlelap tidur, akan tetapi tarikan di kakinya membangunkan tidurnya. Pas dia bangun ternyata sosok pocong berwajah pucat berada di dekat kakinya, spontan Bang Ijay langsung membentaknya, sosok pocong tersebut pun bergegas pergi menembus tembok.


Siapa Mereka?

Berdasarkan pengamatan saya, mereka adalah penunggu lama (tiga anak kecil), jauh sebelum kosan berdiri, dulunya kosan ini merupakan rawa-rawa. Ketika kosan berdiri, tidak semua penunggu tersebut meninggalkan daerah yang ditempatinya, tetapi ada beberapa yang masih tetap tinggal. Mereka tidak suka mengganggu, tidak pernah menampakan wujudnya.

Sementara itu sosok kuntilanak dan pocong adalah pendatang, seperti yang kita tahu bahwa mereka ini suka sekali dengan bangunan kosong tak berpenghuni. Berhubung di kompleks kosan belakang kosan terdapat dua kosan yang kosong lama, sudah barang tentu mereka menyukainya.Domino99

Karakter mereka yang usil, menjadikan mereka menampakkan wujudnya. Semakin manusia takut, mereka akan semakin jail.


Ingatan Masa Lalu

Makhluk seperti kuntilanak dan pocong banyak dimanfaatkan oleh dukun untuk mencelakai orang. Ada sebuah pengalaman yang masih selalu saya ingat hingga detik ini, sebuah teror kuntilanak yang menimpa keluarga kami, kejadian ini terjadi 14 tahun lalu.

Keluarga kami sudah sering mendapatkan serangan gaib, semenjak berpuluh-puluh tahun lalu, namun kakek bisa menangkal serangan-serangan tersebut. Pada tahun 2011, kakek sakit parah, badannya menjadi kurus, dokter pun tidak bisa menjelaskan penyakit apa yang diderita oleh kakek.

Akhirnya kakek dibawa ke seorang kiai, menurut penuturan kiai tersebut kakek terkena serangan gaib. Yang membuat kami terkejut serangan gaib tersebut, tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja, tetapi lebih dari tiga. 

Yang membuat kami lebih terkejut lagi, kata kiai tersebut, bahwa yang melakukan serangan gaib masih orang terdekat. Salah satu makhluk yang dikirimkan berwujud kuntilanak. Sebelum kakek dibawa ke kiai, ibu pernah mengalami mimpi aneh. Mimpi tersebut terasa amat nyata dan runtut, seperti bukan mimpi biasanya.

Semenjak kakek sakit, suasana rumah kakek menjadi berbeda dari sebelumnya. Ibu pun tinggal di rumah kakek, bertugas untuk merawatnya. Memang kakek lebih dekat dengan ibu yang merupakan anak sulungnya.

Baca juga : Sejarah Hingga Misteri Hotel Pondok Indah Bedugul di Bali, Dijuluki Sebagai “Hotel Hantu”

Malam itu malam Sabtu, kakek sudah tertidur pulas di ranjangnya, yang lain juga sudah pada tertidur pulas. Sementara itu, ibu belum tertidur. Dia masih merapikan pakaian, jam 12 dia baru tertidur.

Dalam tidurnya tersebut ibu bermimpi berada di rumah kakek. Di tempat dia tidur di depan tv, suasananya sama persis, tetapi di situ hanya ada kakek dan ibu di rumah. Tiba-tiba terdengar suara kuntilanak menggema dengan sangat kencang, kuntilanak tersebut berusaha masuk ke rumah, akhirnya berhasil masuk.

Selanjutnya kakek dan ibu lari ke luar rumah, anehnya suasananya siang, kuntilanak itu terus mengejar. Sepanjang jalan dalam mimpi tersebut terhampar sawah yang tumbuh subur, petani yang sedang memanen padi terus fokus memanen, tidak memperhatikan kakek dan ibu yang sedang dikejar oleh kuntilanak. 

Ibu pun terbangun dari tidurnya, jam menunjukkan pukul 2, ibu ke kamar mandi, mengambil wudu, lalu sholat tahajud. Setelah itu ibu tidur lagi dan mimpi pun berlanjut.

Setelah melewati hamparan yang luas, kakek dan ibu berhenti di sebuah rumah, rumah itu tidak berpintu, menghadap ke arah utara. Kakek dan ibu memutuskan untuk bersembunyi di rumah tersebut, awalnya ibu terlebih dahulu akan masuk ke rumah tersebut, namun dicegah oleh kakek. 

Kakek meminta dirinya saja yang masuk terlebih dahulu untuk mengecek keamanan. Baru satu kaki kakek masuk, dari dalam rumah suara kuntilanak terdengar dengan jelas dan menakutkan. Kakek ditarik masuk ke dalam rumah tersebut, ibu pun diminta lari oleh kakek. Ibu pun terbangun dari tidurnya.

Kiai tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya kiriman kuntilanak bermaksud untuk mencelakai ibu. Tetapi berhubung orang yang mengirimkan tidak tahu nama lengkap ibu, maka yang terkena justru malah kakek. Sekitar satu bulan kemudian kakek meninggal dunia.

Sebenarnya bukan hanya sosok kuntilanak saja yang menyerang kakek, tetapi ada genderuwo. Untuk makhluk-makhluk semacam itu kakek bisa mengatasinya. Cuman dalam waktu bersamaan ada serangan serupa, dengan kekuatan yang jauh lebih besar. 

Serangan tersebut berasal dari orang yang takut rahasia korupsinya terbongkar. Jadi kakek punya bukti terkait korupsi yang dilakukan oleh orang tersebut.

Judi Terbaik Seasia

19 Jul 2025

Sejarah Hingga Misteri Hotel Pondok Indah Bedugul di Bali, Dijuluki Sebagai “Hotel Hantu”

kisahmisteri -Ssalah satu destinasi horor yang paling hits di Indonesia adalah Hotel Pondok Indah Bedugul di Bali. Mungkin kalian sudah pernah dengar nama ini disebut-sebut sebagai “Hotel Hantu” atau “The Ghost Palace.” Hotel yang terbengkalai ini punya segudang cerita misteri yang bikin penasaran abis! 

Sebagai informasi, hotel ini nggak pernah selesai dibangun, sekarang kondisinya jadi  terbengkalai membuat pesona mistisnya semakin terasa dan menarik banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.JaguarQQ

Sejarah Hotel Pondok Indah Bedugul

pembangunan hotel megah ini belum pernah sampai kata selesai, dan tak pernah berpenghuni sejak awal dibangun.cerita tentang Hotel Pondok Indah Bedugul dimulai di awal tahun 1990-an. Hotel ini dibangun oleh sebuah perusahaan asal Hong Kong yang punya ambisi besar. Mereka ingin membuat salah satu hotel terbesar dan termodern di Bali.hotel ini rencananya bakal punya 1.000 kamar, 10 restoran, 10 kolam renang, dan bahkan satu lapangan golf.

Dari rencana awalnya, Hotel Pondok Indah Bedugul ini memang bakal jadi tempat yang super megah. Gak cuma fasilitasnya yang lengkap, tapi juga lokasinya yang strategis di Bedugul, salah satu daerah wisata terkenal di Bali. Dengan pemandangan perbukitan hijau dan udara sejuk, tempat ini benar-benar punya potensi besar buat menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Tapi sayangnya, mimpi besar ini gak berjalan mulus. Pada tahun 1998, Indonesia mengalami krisis moneter yang parah. Dampaknya, pembangunan hotel ini terhenti. bangunan yang tadinya direncanakan megah itu tiba-tiba harus berhenti karena masalah keuangan.

Sempat ada upaya untuk melanjutkan pembangunan di awal 2000-an, tapi masalah keuangan tetap jadi kendala utama. Akhirnya, hotel ini gak pernah selesai dibangun dan dibiarkan begitu saja. Hingga kini, Hotel Pondok Indah Bedugul tetap terbengkalai, dengan kondisi bangunan yang makin lama makin rusak dan ditumbuhi oleh semak belukar.

Misteri tentang Hotel Pondok Indah Bedugul

1. Pengalaman Masyarakat dan Pengunjung

Banyak banget cerita dari masyarakat lokal dan pengunjung yang pernah datang ke Hotel Pondok Indah Bedugul. Salah satunya, cerita dari seorang sutradara, Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha dan dua rekannya yang mencoba mendatangi hotel ini.

Mereka bahkan membuat video perjalanan mereka masuk ke hotel tersebut. Meskipun mereka datang pada siang hari, suasana di dalam hotel tetap terasa gelap dan menyeramkan. Menurutnya, suasana hotel terasa sangat lembap dengan banyak lumut di interiornya. 

Kepercayaan lain yang beredar di masyarakat mengatakan, kalau mau masuk ke dalam kawasan yang dianggap anker ini, harus meninggalkan rokok sebagai tanda izin masuk. Aneh banget kan? Tapi, yang lebih aneh lagi, rokok itu tiba-tiba hilang tanpa jejak!

                      Baca juga : 10 Tempat Wisata Dikenal Paling Horor di Jawa Timur, Berani ke Sini?

2. Penampakan dan Suara Mistis

Gak cuma cerita dari pengunjung, ada banyak laporan tentang penampakan dan suara mistis di Hotel Pondok Indah Bedugul. Beberapa orang mengaku melihat penampakan wanita berwajah oriental berambut sepundak yang sering menggoda pemuda yang lewat di malam hari. Selain itu, ada juga cerita tentang penampakan pria tua yang disinyalir merupakan pekerja yang meninggal tidak wajar saat pembangunan hotel.

Selain penampakan, banyak juga yang mendengar suara-suara aneh seperti langkah kaki atau jeritan dari dalam hotel. Suara-suara ini sering terdengar di malam hari, saat suasana hotel benar-benar sepi dan gelap. Domino99

Banyak cerita mistis yang mengelilingi Hotel Pondok Indah Bedugul, mulai dari penampakan hantu hingga suara-suara aneh. Beberapa orang mengaku melihat penampakan wanita berwajah oriental dan pria tua, serta mendengar suara langkah kaki di malam hari. Akhirnya, tempat angker ini mempunyai julukan sebagai “Hotel Hantu” atau “The Ghost Palace” karena cerita-cerita mistis tersebut. 

Judi Terbaik Seasia

18 Jul 2025

10 Tempat Wisata Dikenal Paling Horor di Jawa Timur, Berani ke Sini?

kisahmisteri -Pulau Jawa memiliki banyak tempat wisata alam yang unik dan menarik. Uniknya, banyak pula tempat wisata di Pulau Jawa gak terlepas dari cerita mistis yang berkembang di penduduk sekitar.

Salah satu provinsi dengan banyak wisata horor, yakni Jawa Timur. Beberapa peninggalan bersejarah dan wisata alamnya dikenal sangat angker. JaguarQQ

1. Pantai Kenjeran Surabaya

Pantai Kenjeran di Surabaya ini dikenal dengan kerajaan siluman ular. Kabarnya, ada gudang senjata yang jadi saksi bisu kematian arek-arek Surabaya pada masa penjajahan.


2. Museum Brawijaya Malang

Di Museum Brawijaya, Malang, ada Gerbong Maut yang sering dikaitkan dengan penampakan hantu putih. Bahkan, sering terjadi kesurupan di sekitar Gerbong Maut ini.


3. Mercusuar Sembilangan Bangkalan

Mercusuar Sembilangan di Bangkalan, Madura, terkenal sering ada penampakan orang Belanda berpakaian zaman dulu. Berani ke sini?


4. Rowo Bayu Banyuwangi

Rowo Bayu sempat dikaitkan dengan kisah KKN Desa Penari, karena kemiripan tempatnya. Konon, tempat yang berada di Banyuwangi ini disinggahi macam jadi-jadian.


5. Alas Lali Jiwo

Alas Lali Jiwo bisa ditemui saat mendaki Gunung Arjuno, Malang. Terdapat pasar gaib dengan suara gamelannya di tengah hutan.


6. Nusa Barong Jember

Menurut warga sekitar, Nusa Barong, pulau tak berpenghuni di Jember, ini dihuni ular besar dan harimau putih. Kamu harus ekstra hati-hati saat mengunjunginya.


7. Air Terjun Madakaripura, Pasuruan

Air Terjun Madakaripura, Pasuruan, ternyata dihuni harimau putih yang menjaganya. Selalu jaga etika saat mengunjunginya ya!Domino99


8. Telaga Sarangan Magetan

Konon, Telaga Sarangan, Magetan, menjadi tempat tinggalnya dua ekor naga raksasa. Kabarnya ada lubang besar tak kasat mata di tengah telaga yang jadi rumah naga.

            Baca juga : Cerita Horor: Teror Mistis Selama KKN, Kesurupan Tiap Malam

Bagian barat Pantai Srau, Pacitan, terkenal sebagai kawasan paling horor. Ada sumber air yang dianggap angker, sehingga menyebabkan penginapan di kawasan tersebut ditutup.


10. Gunung Raung

Gunung Raung punya empat pondok yang menyeramkan, mulai dari sumur, mayit, dhemit, dan angin. Warga bertutur ada penampakan mayat, suara ramainya pesta, hingga harimau.

Nah, itulah beberapa wisata alam di Jawa Timur yang dikenal horor. Kira-kira kamu berani mengunjungi yang mana, nih?

Judi Terbaik Seasia

16 Jul 2025

Cerita Horor: Teror Mistis Selama KKN, Kesurupan Tiap Malam

kisahmisteri - Sudah satu bulan lebih saya tidak bertemu dengan kawan saya, Andik namanya (bukan nama sebenarnya). Kami sama-sama aktif di sebuah organisasi primordial. 

Sebelumnya Andik sudah pamit kepada saya, bahwa ia akan melakukan pengabdian masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah daerah selama satu bulan.

Organisasi primordial tempat saya berorganisasi mengadakan kegiatan perayaan Maulid Nabi di sekretariat pada malam hari. Banyak teman-teman saya yang juga datang, salah satunya Andik.-JaguarQQ

Setelah kegiatan selesai, acara selanjutnya tentu saja makan-makan dan ngobrol ke sana ke mari. Andik yang duduk jauh dari saya, lalu mendekat dan duduk di depan saya.

“Saya mendapatkan pengalaman horor selama KKN. Bisa banget nih ditulis! Lebih seram dari KKN Desa Penari, masih ada yang ngikut,” ujarnya kepada saya.

Saya hanya tersenyum kecut saja, sebab menulis hal-hal semacam itu membutuhkan energi yang besar. Maka dari itu saya masih menimbang-nimbang jika akan menulis kisah horor. 

Mendadak kepala saya terasa pusing, tengkuk terasa berat, mata terasa perih, ingin sekali muntah rasanya. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, saya pun pamit pulang ke kosan.“Nanti saya kabari kamu lagi ya untuk mendapatkan cerita detailnya,” ujar saya kepada Andik.

Keesokan harinya saya beraktivitas seperti biasa, berangkat ke kantor, dan telah melupakan kejadian tadi malam. Malamnya saya memutuskan untuk menginap di kantor, sebab sudah terlalu larut malam dan tidak ada lagi kendaraan umum ke kosan tempat saya tinggal. Selain itu juga besoknya weekend. Malam itu yang tidur di kantor bukan hanya saya saja, tetapi juga ada dua kawan saya.

Hingga jam menunjukkan pukul 3 dini hari, mata saya tak kunjung terlelap. Padahal badan sudah sangat lelah. Jam 3.30 akhirnya saya bisa tidur. Baru beberapa menit terlelap, saya langsung masuk ke dalam alam mimpi. Dalam mimpi tersebut saya tidur di kosan, tangan saya dicengkeram oleh sosok tinggi-besar berwarna hijau.

Makhluk tersebut seperti hendak membawa saya. Terus saya berusaha untuk melawan, dengan pukulan disertai teriakan Allahu Akbar, akhirnya saya bisa lepas dari cengkeraman makhluk tersebut.

Ketika saya melihat jam di handphone, ternyata baru menunjukkan jam 3.45. Keesokan harinya saya nge-chat Andik, supaya nanti malam ia datang ke kosan.Domino99


Teror dalam Mimpi

Saya meminta Andik untuk datang ke kosan saya jam 9 malam. Namun, hingga jam menunjukkan pukul 10, ia tak kunjung datang. Ia baru datang jam 10.30. Katanya karena ada teman yang datang. 

Lalu saya menanyakan apakah ia pernah mengalami ketindihan atau rep-repan selama KKN? Ia mengatakan pernah, di mana nyawanya hendak ditarik ke sebuah tempat. 

Kemudian saya berpikir, apakah mimpi yang saya alami semalam ada korelasinya dengan kejadian yang dialami oleh Andik? Entahlah.

Ia menceritakan setelah pulang dari KKN, sering ada suara perempuan tanpa wujud yang memanggil namanya, sebuah suara yang juga pernah ia dengar tatkala KKN. 

Bukan hanya nama, tetapi juga ajakan “sini mampir”. Hal tersebut membuat dirinya bertanya-tanya, apakah ia halusinasi atau jangan-jangan hantu dari tempat ia KKN mengikuti dirinya.

Lebih lanjut ia menceritakan kejadian yang dialami ketika baru saja sampai rumah selepas KKN. Sesampainya di rumah, Andik langsung tertidur. Ketika bangun tidur badannya merasa tidak enak. 

Feeling-nya mengatakan ada sebuah hal yang terjadi pada salah satu teman KKN-nya yang bernama Siti. Bergegas ia segera menelepon Siti. Bisa dikatakan Andik ini cinlok dengan Siti.

Siti menceritakan bahwa di rumah kondisinya drop. Ditambah lagi dengan mimpi yang ia alami, membuat ia terus kepikiran dengan mimpi tersebut, bingung mau cerita ke siapa. 

Lalu, Siti pun menceritakan perihal mimpi yang ia alami di rumah. Dalam mimpinya, ia bersama dengan ibunya dikejar oleh cewek. Dalam mimpi tersebut Siti muntah paku dan rambut. Kemudian—masih dalam mimpi itu—jalan yang ia lewati banjir.

Setelah menceritakan mimpi tersebut kepada dirinya, Andik mengatakan kondisi Siti sudah membaik. Ia tidak merasa ketakutan lagi. Siti juga menceritakan kepada Andik perihal perkataan dari kerabatnya yang memiliki kemampuan spesial, bahwa jika tidak ada Andik sebuah hal yang parah bisa saja menimpa kelompok KKN.

KKN yang dilakukan oleh Andik tidak hanya berasal dari satu kampus, tetapi beragam kampus. Awalnya tidak ada hal-hal aneh yang terjadi. Seperti halnya KKN pada umumnya, perkenalan teman satu kelompok, berangkat ke lokasi KKN, mendapatkan sambutan dari kepala desa.

Salah satu program yang dilakukan oleh Andik adalah dakwah. Langkah pertama sebagai ketua kelompok adalah menemui tokoh setempat yang mengampu pengajian. Ditemuilah tokoh tersebut di rumahnya guna menyampaikan konsep kajian. Namun, tokoh secara tidak langsung menolak kajian tersebut.

“Kalaupun kami tidak boleh mengisi pengajian, izinkan kami untuk ikut,” demikianlah ujar Andik.

Keesokan harinya tokoh tersebut, mengutus salah satu muridnya untuk menemui Andik. Murid tersebut menyampaikan bahwa selama ada mahasiswa KKN, pengajian akan diliburkan. Hal tersebut tentu saja membuat Andik terheran-heran.


Kesurupan Setiap Malam

Andik menceritakan bahwa setiap malam, salah satu anggota kelompoknya, perempuan bernama Deta (bukan nama sebenarnya) selalu mengalami kesurupan. Andik tidak mau berspekulasi, tetapi Deta mulai kesurupan sejak ia menemui tokoh tersebut. Beberapa hari sebelum kepulangan barulah Deta tidak kesurupan lagi.

Pas malam pertama kesurupan, yang merasuk mengaku dari hutan samping belakang posko. Setiap kali Deta kesurupan Andik yang menyadarkannya dengan membaca doa, dibantu anggota kelompok lain.

“Saya ini dari hutan samping belakang. Saya ini tidak suka kedatangan kalian, karena mengganggu, berisik. Jangan berisik ketika malam,” ujar sosok yang merasuki Deta. 

Keesokan harinya setelah dari pantai, Dita keluar dari posko berlari seorang diri, lalu dikejar. Begitu dibawa masuk, ia langsung kesurupan. 

“Kalian ini lemah, kalian nggak akan kuat,” demikianlah yang diucapkanlah oleh sosok yang merasuki Dita.

Malam harinya Dita kembali kesurupan. Kali ini ancaman yang diucapkan lebih jelas lagi, bahwasanya ia benci sama Andik, sebab ia kuat. Kedatangan dia mengganggu dukun. Andik pun semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun meminta teman-temannya untuk tidak menceritakan hal ini kepada siapapun, karena bisa ruwet.

Lalu, keesokan harinya sebagai ketua kelompok, Andik dipanggil oleh kepala desa. Kepala desa mengatakan dirinya mendapatkan laporan dari lembaga yang menaungi KKN perihal teror yang dialami oleh kelompok KKN di desanya.

“Katanya ada masyarakat yang nggak suka dengan kalian?” tanya kepala desa.

Andik pun menjawab bahwa tidak ada kejadian apa-apa. Ia menjelaskan bahwa mungkin ada kesalahpahaman, dan ia akan menanyakan kepada anggotanya. 

Sepulang dari balai desa, Andik menanyakan apakah ada yang melapor. Ternyata salah satu anggotanya memang melaporkan kejadian yang dialami oleh kelompok KKN.

Malam harinya Deta kembali kesurupan. Kali ini disertai dengan amukan.

 “Tuan saya ini benci sama kamu. Lebih baik kamu pulang sekarang, atau nggak bisa pulang,” ancamnya. 

Setan yang merasuki Deta mengungkapkan bahwa ada sosok bersorban putih yang selalu melindungi Andik dari gangguan-gangguan setan di sekitar.

Malam berikutnya Deta juga kembali kesurupan. Kali ini badannya kaku. Setelah dibacakan doa, sembuh, lalu kesurupan lagi. Di situlah Andik baru tahu ternyata Deta memiliki kemampuan spesial yaitu menjadi mediumitator.

Pada keesokan harinya hingga menjelang malam, Deta hilang. Warga dan anggota kelompok KKN dikerahkan untuk mencarinya. Segala tempat telah ditelusuri, namun ia tidak ditemukan. 

Tetapi ada satu tempat yang belum dicek yaitu hutan samping belakang posko. Maka dua orang anggota KKN yaitu Aqal dan Aqil ditemani seorang warga setempat masuk ke dalam hutan tersebut.

Masuklah mereka ke dalam hutan tersebut. Dengan mata langsung tepat di hadapan mereka, mereka melihat Deta langsung lompat ke jurang yang tidak terlalu dalam. Dibawalah Deta naik. Untungnya tidak terjadi apa-apa, hanya lecet-lecet dan keseleo. Dibawalah Deta kembali ke posko.

Kemudian Andik mengobrol dengan beberapa warga, para warga mengatakan ada satu pantai terlarang yang sudah dikunjungi oleh beberapa anggota KKN. Pantai tersebut boleh dikunjungi tetapi harus didampingi oleh warga lokal. Bergegas Andik kembali ke posko dengan maksud menanyakan siapa yang telah mengunjungi pantai tersebut.

Sebelum Andik menyampaikan maksudnya, Deta langsung kesurupan, dan ia memperkenalkan diri sebagai penjaga gerbang pantai, ia merasa terganggu dengan kedatangan tiga orang ke wilayahnya. Ia mengancam akan membuat tiga orang tersebut, tidak tenang hidupnya.

“Janganlah, ketiga orang tersebut tidak tahu jika itu pantai terlarang,” ujar Andik.

Lalu Andik menanyakan apa yang harus dilakukan. Makhluk penjaga pantai itu menjawab bahwa ketiga orang tersebut harus meminta maaf.

Lalu Andik menanyakan kepada anggotanya siapa yang mengunjungi pantai tersebut. Akhirnya mengakulah tiga orang mahasiswi. Andik pun meminta kepada ketiga orang tersebut untuk meminta maaf. Awalnya ketiga orang tersebut tidak mau meminta maaf, akhirnya mau untuk meminta maaf.

Begitupun dengan makhluk penjaga pantai, ia tidak mau menerima permintaan maaf. Setelah didesak oleh Andik terkait janjinya untuk menerima permintaan maaf, akhirnya ia mau untuk memaafkan. 

Ketiga mahasiswi tersebut dipanggil untuk masuk, namun sebelum itu makhluk penjaga pantai yang merasuki tubuh Deta mengatakan “Nanti dulu!” sambil melirik ke samping. Ketiga mahasiswi tersebut masuk ke dalam dan meminta maaf.

Tak berselang lama Deta kembali kesurupan lagi. Tetapi kali ini makhluk yang sama di malam-malam sebelumnya.

“Apa yang dilakukan oleh kalian pasti akan diketahui oleh tuan saja,” ujarnya.

Andik penasaran sebenarnya apa sih yang terjadi. Setelah ia tanya-tanya ternyata dahulu kala ada perampok dari Madura yang datang ke desa tersebut dan menjarah. Andik menerka apa mungkin itu penyebabnya, karena ia memiliki darah Madura dari ayahnya.

Baca juga : Kisah Urban Horor Rumah Sakit Dharma Medika Tulungagung, Ada Perawat Hantu?

Sesampainya di rumah, ia masih mendapatkan teror suara perempuan yang memanggil namanya. Suara yang sama persis ia dengar di tempat KKN. Akhirnya saya menanyakan apakah ia membawa sesuatu dari tempat KKN. Ia menjawab iya. Ia membawa gelang.

“Gelang kayu itu saya buat sendiri, bukan mengambil atau nemu,” ujar Andik.

Andik juga menceritakan bahwa teman KKN-nya yang bernama Siti, yang diceritakan di awal dikirimi pelet oleh sesama teman KKN.

Judi Terbaik Seasia